Sedekah Bumi Desa Medani

 

Medani – Tradisi sedekah bumi bagi masyarakat desa merupakan ritual yang harus diselenggarakan mengingat kegiatan tersebut termasuk hal yang sakral dan wajib dilaksanakan dan di masa pandemi ini penyelenggaraannya harus mengikuti protokol kesehatan  covid-19.

Sedekah bumi sebagai wujud rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah. Ritual sedekah bumi desa Medani dilaksanakan dengan sederhana, akan tetapi untuk ritual dirumah peninggalan leluhur harus tetap dilaksanakan. Ritual dirumah peninggalan leluhur atau disebut juga dengan punden diadakan do’a bersama dan hajatan oleh sesepuh desa, Kepala Desa berserta jajarannya, dan masyarakat desa di tiga tempat yaitu di Punden Mbah Demang Waluyo, Punden Mbah Modin Soko dan Punden Mbah Guru dengan membawa berkatan untuk hajatan kemudian memohon kepada sang pencipta untuk diberikan kedamaian, kesejahteraan, dan kesehatan agar terhindar dari mara bahaya terutama  pandemi covid-19.

Setelah acara do’a selesai kemudian dilaksanakan acara “joged” yang merupakan kegiatan adat yang tidak bisa ditinggalkan. Acara “joged” tersebut dilaksnakan di dua tempat yaitu di Punden Mbah Demang Waluyo dan Punden Mbah Guru. Mengingat saat acara adat ini dilaksanakan saat pandemi, maka waktu kegiatan hanya dilaksanakan dalam waktu waktu 15 menit. Acara selanjutnya hajatan yaitu dengan membagikan makanan yang dikemas dalam baskom. Untuk menghindari aksi rebutan makanan, pembagian “berkat” dibagikan oleh Karang Taruna Desa Medani kepada  pengunjung terutama pengunjung dari luar desa. Nasi berkatan itu menjadi rebutan karena masyarakat terutama dari luar desa beranggapan bahwa dengan nasi berkatan yang dikeringkan dibuat campuran pupuk,  hasil pertanian terutama padi menjadi subur atas ridho Allah SWT.

Acara ritual selanjutnya adalah penyembelihan kerbau. Penyembelihan kerbau ini wajib dilaksanakan setiap acara sedekah bumi, dan tidak boleh ditinggalkan. Pada penyembelihan kerbau ini darahnya diambil dan ditaruh di “Punden Mbah Demang Waluyo” sebagai persembahan.

Sedekah Bumi Desa Medani Tahun 2020 dilaksanakan dengan sangat sederhana karena adanya pandemi covi-19. Biasanya kalau tidak ada pandemi kegiatannya di luar yang wajib dilaksanakan juga ada acara hiburan antara lain Kethoprak, Dhangdut, Tayub, Karnaval siang dan malam dan lomba-lomba. Selain itu juga ada acara keagamaan yaitu Hataman Qur’an.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan